KUALITAS KEBAIKAN [ cara pandang dan motif melakukan kebaikan ]
Berbuat kebaikan adalah mutlak bagi seluruh masyarakat yang memiliki pengetahuan dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi serta yang menjunjung kedamaian. Kebaikan juga memiliki karakter yaitu sudut pandang, motif, serta cara melakukannya.
Sifat seorang Brahmana melakukan kebaikan pada orang lain setelah beliau mengetahui karma dari hubungan beliau dengan yang akan di tolong, sehingga kebaikan yang muncul adalah bersumber dari pengetahuan kerohanian atau kontak bathin bagi keduanya, karena pengetahuan kerohanian mampu melihat kualitas kebaikan yang dilakukan. Disamping itu kebaikan yang dilakukan tidak akan pernah diucapkan, dipikirkan bahkan seorang brahmana tidak pernah tahu Kapan beliau melakukannya. Karena beliau larut dalam segala aktifitas dan beliaulah sesungguhnya kebaikan dan kebajikan itu.
Sifat seorang Ksatria melakukan kebaikan berasal dari rasa tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ksatria, yang terpenting dapat menyelamatkan seseorang dari permasalahannya adalah kepuasan bathin seorang ksatria.
Sifat seorang waisya melakukan kebaikan berasal dari perhitungan dan pertimbangan ekonomi dirinya. Ketika ada celah untuk mendapatkan peningkatan ekonomi, pencintraan diri serta adanya sebuah pengakuan ( penghargaan ) setelah melakukan kebaikan dia pasti lakukan, namun kalau tídak ada yg tersebut diatas, dia akan mengabaikannya.
Sifat seorang Sudra, dia akan melakukan kebaikan setelah ada yang menyuruh untuk melakukannya. Karena sudah terbiasa melakukan sesuatu tanpa ada perintah melakukan.
Saat ini sangat susah membedakan mana sesungguhnya golongan yang benar itu, karena memang dijaman kali ini banyak musang berbulu domba, banyak perampok yang pakai dasi serta banyak banyak musuh dalam selimut.
Salam kebaikan ||
Sifat seorang Brahmana melakukan kebaikan pada orang lain setelah beliau mengetahui karma dari hubungan beliau dengan yang akan di tolong, sehingga kebaikan yang muncul adalah bersumber dari pengetahuan kerohanian atau kontak bathin bagi keduanya, karena pengetahuan kerohanian mampu melihat kualitas kebaikan yang dilakukan. Disamping itu kebaikan yang dilakukan tidak akan pernah diucapkan, dipikirkan bahkan seorang brahmana tidak pernah tahu Kapan beliau melakukannya. Karena beliau larut dalam segala aktifitas dan beliaulah sesungguhnya kebaikan dan kebajikan itu.
Sifat seorang Ksatria melakukan kebaikan berasal dari rasa tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ksatria, yang terpenting dapat menyelamatkan seseorang dari permasalahannya adalah kepuasan bathin seorang ksatria.
Sifat seorang waisya melakukan kebaikan berasal dari perhitungan dan pertimbangan ekonomi dirinya. Ketika ada celah untuk mendapatkan peningkatan ekonomi, pencintraan diri serta adanya sebuah pengakuan ( penghargaan ) setelah melakukan kebaikan dia pasti lakukan, namun kalau tídak ada yg tersebut diatas, dia akan mengabaikannya.
Sifat seorang Sudra, dia akan melakukan kebaikan setelah ada yang menyuruh untuk melakukannya. Karena sudah terbiasa melakukan sesuatu tanpa ada perintah melakukan.
Saat ini sangat susah membedakan mana sesungguhnya golongan yang benar itu, karena memang dijaman kali ini banyak musang berbulu domba, banyak perampok yang pakai dasi serta banyak banyak musuh dalam selimut.
Salam kebaikan ||